Sabtu, 06 Agustus 2011

5 Batasan yang Harus Ada Dalam Pernikahan

Memiliki kehidupan bersama, bukan berarti Anda mengetahui apa yang diinginkan dan tak diinginkan oleh pasangan. Setiap pasangan yang memiliki peraturan atau batasan dalam pernikahannya, biasanya lebih mampu mengatasi konflik ketimbang yang tidak. Seperti yang dikutip dari ezinearticles, berikut lima batasan yang harus ada dalam pernikahan.

1. Batasan seksual
Tak jarang Anda berasumsi mengetahui segala sesuatu yang diinginkan dan tak diinginkan oleh pasangan saat
bercinta, begitu juga sebaliknya. Sayangnya tidak semua asumsi benar adanya, kecuali jika Anda dan pasangan saling berbagi cerita mengenai keiinginan bercinta. Membicarakan hasrat seksual, spontanitas dan fantasi akan membuat Anda serta pasangan dapat menikmati momen berdua tanpa harus melewati zona tak nyaman.

2. Batasan keuangan
Uang seringkali menjadi sumber masalah dalam pernikahan. Sebaiknya ketahuilah dengan jelas tujuan keuangan Anda sedari awal. Susun perencanaan rumah tangga mulai dari tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Siapa yang membayar biaya hidup tiap harinya, siapa yang membayar biaya 'hang-out' di akhir pekan, dan siapa yang membayar biaya liburan. Intinya, saling terbuka mengenai pendapatan dan pengeluaran Anda dan pasangan.

3. Batasan dalam pengasuhan anak
Sebagian pasangan yang menikah memiliki peraturan masing-masing dalam pengasuhan anak. Sebagian pasangan membagi tugas tiap harinya, sedangkan pasangan lainnya memutuskan untuk memilih satu pihak untuk mendisiplinkan si kecil dan yang lain memanjakannya. Sangat penting membicarakan dan membagi tanggung jawab, karena tak jarang hal ini bisa menyinggung atau menyakiti pasangan. Dan sekalinya membuat keputusan, beritahu pada anak bahwa Anda akan mendukung setiap keputusan pasangan, begitu juga sebaliknya.

4. Batasan teman dan keluarga
Ketika menikah, Anda mungkin memiliki teman atau anggota keluarga pasangan yang tak disukai. Hal ini bisa menjadi 'kerikil' dalam suatu hubungan dan harus segera ditangani. Bicarakan kepada pasangan mengenai perasaan Anda terhadap orang tersebut. Bukan berarti pasangan harus hilang kontak dengan orang tersebut. Tetapi bila ia tahu perasaan Anda, tentunya pasangan akan mementingkan Anda dalam setiap keputusan mengenai kapan, di mana dan seberapa sering ia berinteraksi dengan orang tersebut.

5. Batas emosional
Jika ada hal yang tidak bisa dibagi dengan pasangan Anda, katakan dari awal bahwa ini lebih baik ketimbang Anda harus menyembunyikannya. Misalnya, trauma masa kecil atau pengalaman buruk pada hubungan sebelumnya yang terlalu menyakitkan untuk dibicarakan. Katakan pada pasangan bahwa Anda tak ingin membicarakan karena Anda tidak menyukainya. Konsultasikan masalah ini dengan seorang terapis untuk mendapatkan jalan keluar dan menjaga hubungan pernikahan menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar